Loading...
Sunday, January 16, 2011

[Profil] Arleen Amidjaja

Arleen Amidjaja
Menulis Buku dalam Dua Bahasa


Penulis pertama kali mengenalnya lewat dunia maya. Kami tergabung dalam milis penulis-bacaan-anak. Di milis ini, dia terlihat sangat aktif berbagi apa saja yang berhubungan dengan dunia anak. Tentang kiat menulisnya, resensi buku, info buku terbaru baik karyanya maupun karya penulis lain, saran dan masukan untuk penulis pemula, dan sebagainya.  Uniknya, semua disampaikannya bukan hanya dalam bahasa Indonesia, tapi juga terkadang bahasa Inggris! Sangat cerdas! Penulis pun tertarik untuk mengenalnya lebih dekat. Dan pastinya, PaBers juga bakal terinspirasi oleh  sosok profil kita kali ini.

Dia adalah Arleen Amidjaja.

Sebenarnya, Arleen memulai kegiatan menulisnya di usia yang tak bisa lagi dikatakan belia. Wanita cantik berwajah oriental ini bergiat menulis ketika ia merayakan ulang tahunnya yang ke-30. Empat tahun berselang, dalam waktu yang cukup singkat ini, Arleen telah menulis 111 buku cerita anak (balita), 5 novel remaja dan 1 buku parenting. Luar biasa! Produktif sekali ya! Yang paling keren, hampir semua buku cerita anak karya Arleen ditulis dalam 2 bahasa (Indonesia dan Inggris) alias bilingual!

”Aku percaya anak kecil punya absorbent mind. Anak-anak di bawah usia 6 tahun, mempelajari sesuatu itu cepat sekali karena otak mereka seperti spon. Jadi kalau kita ingin anak kita menguasai bahasa lain, sebaiknya sedini mungkin,” ungkap Arleen yang juga jebolan salah satu universitas di California, USA ini.

Lebih lanjut Arleen menjelaskan tentang proses kreatif lahirnya buku-buku bilingual itu. Awalnya dia kesal  saat mencari buku balita (untuk anaknya Alyssa Indrajaya) yang berbahasa Inggris, tidak ada yang bagus dan murah. Yang ada, buku impor dan pasti, harganya sangat mahal. Sedangkan buku-buku lokal sedikit sekali yang sesuai dengan kebutuhan balita.

Karena maraknya buku cerita anak impor yang beredar, dulu Arleen mengira kalau penerbit di Indonesia hanya menyukai penulis luar negeri. Ia berpikir, seandainya karyanya pernah terbit di luar negeri, mungkin penerbit lokal akan lebih welcome. Jadi, wanita penyuka jus alpukat dan pizza ini mengirimkan naskahnya seri Carrot and Carrie  ke Malaysia.Ternyata diterima!

”Tapi terbitnya  hampir 3 tahun. Akhirnya, naskah-naskahku yang di sini malah sudah terbit duluan. Ternyata penerbit di sini sangat welcome dengan penulis lokal kok,” kata Arleen tersenyum. Selain di Malaysia, buku Arleen juga terbit di India. Buku seri Shirley telah terbit di sini, lalu  right-nya dibeli oleh penerbit India tersebut. Wow! Negeri kita boleh berbangga  memiliki penulis kreatif  seperti Arleen.  Buku-buku wanita kelahiran Jakarta, 15 Maret 1974 ini terbilang berkualitas impor tapi menyandang harga lokal.

Agar anak-anak tertarik membaca bukunya, Arleen punya trik khusus. Menurut istri Richie Indrajaya ini, buku balita tidak boleh terlalu banyak kalimat di tiap halamannya. Dan biasanya, kalau tidak tiap kejadian ada gambarnya, itu agak membingungkan bagi balita. Balita cenderung untuk melihat gambar. Bila ada suatu kejadian yang tidak ada gambarnya, mereka akan bertanya-tanya. Buku balita harus ada direct correlation antara teks dan gambar.

”Ohya, semua buku saya di-quality control oleh anak saya sendiri. Jadi pastinya cocok dan disukai oleh anak kecil,” imbuh Arleen setengah berpromosi. Ehm, ehm…hehehe...

Tentang pengalaman selama menjadi penulis, wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini berkisah. ”Banyak pengalaman menarik selama aku menjadi penulis. Aku sering banget dikontak  teman yang sudah lama tak bertemu. Ternyata anak-anak  mereka pembaca bukuku. Asyik juga bisa ketemuan dengan teman lama lagi. Tapi yang paling menyenangkan adalah melihat anakku membaca buku yang aku tulis hehehe...”

Mau tahu prestasi Arleen berikutnya? Buku Arleen seri Kodi The Frog dijadikan buku raksasa (ukuran 3x3 m) dan masuk rekor MURI sebagai buku terbesar di Indonesia! Yang membuat adalah Penerbit Tiga Serangkai. ”Surprise banget rasanya. Mereka sengaja merahasiakan buku raksasa itu. Aku baru tahu pas detik-detik terakhir,” kenang Arleen senang.

Wanita yang sangat suka merajut di waktu luangnya dan pernah bercita-cita menjadi baker (tukang bikin kue) ini berkata kalau prospek dunia kepenulisan sangatlah bagus. Di masa datang, pekerjaan yang bisa digantikan oleh komputer, akan kurang dihargai. Sedangkan pekerjaan yang  terus dihargai adalah pekerjaan yang meng-create sesuatu dengan otak. Salah satunya, penulis.

Terakhir, adakah pesan-pesan buat para calon penulis?

”Jadi penulis harus pantang mundur. Jangan pernah takut ditolak penerbit. Ditolak itu biasa. Bahkan aku punya koleksi surat penolakan hehehe...Tulis dan tulislah terus karena negeri kita butuh penulis-penulis yang tangguh agar tidak begitu tergantung kepada buku impor atau terjemahan. Semboyanku: Sekali Ditolak, Tetap Mengirim!” Setuju! Makasih Arleen!

PaBers yang masih penasaran dan ingin sharing dengan Arleen seputar kegiatan menulis dan buku, boleh kontak via fesbuk atau cek situsnya di http://arleen315.multiply.com  . Dijamin, ngobrol dengan Arleen nggak bakal ada habisnya!*** Haya Aliya Zaki

Foto diculik dari album foto facebook Arleen Amidjaja :)

2 komentar:

dewi cendika (ichen) said...

mba arlenn emang tobh bgt...dah ngetop, baekk banget.. teringat dulu... pernah imel2an ma mba arleen... gimana bisaa bikin buku bagus kaya mba arleen... mba arleen jg yg ngasih daftar nama ilustrator ^_^ sukses trus mba arleen...

sukses jg tk haya :)

sinar de librix said...

Buku-buku cerita Mba Arleen unik dan menarik. Anak-anak di sekolah kami sangat suka membaca buku cerita karya Mba Arleen. Semoga sukses selalu, Mba Arleen. :)

 
TOP