Loading...
Sunday, January 9, 2011

Laporan dari Gathering Penulis Bacaan Anak - Part 1



Antusiasme member Forum Penulis Bacaan Anak (FPBA) memang patut diacungi jempol. Keriuhan yang ada ternyata tidak terjadi di forum online saja (Milis dan Forum Facebook), tetapi juga meluap sampai pertemuan di darat. Lihat saja kehebohan yang terjadi di Salam Book House, Jl. Pasirwangi no. 1 Bandung, Sabtu, 8 Januari 2011 kemarin. Gelak tawa, wajah suka cita, dan obrolan penuh canda tersebar di setiap sudut Salam Book House. Padahal beberapa di antara mereka baru bertemu pada saat itu, dan sebelumnya hanya mengenal via milis dan facebook saja.

Saya melihat keriuhan itu sebagai luapan sebuah semangat; untuk menambah ilmu, sahabat, dan berujung pada sebuah karya nyata – Cerita anak. Untuk apa mereka datang jauh-jauh dari luar kota kalau sekadar untuk hahah-hihih belaka? Banyak waktu yang terbuang percuma kalau sekadar untuk saling menyapa. Tapi serbuan ke Salam Book House tentu lebih dari itu. Banyak harapan yang tersimpan untuk menggali setiap motivasi, semangat, dan tebaran ilmu yang siang itu dibagi satu sama lain. Insya Allah, banyak energi positif yang bisa diraih dalam pertemuan FPBA saat itu.

Trend Bacaan Anak 2011

Tidak semata-mata FPBA menggalang sebuah pertemuan kalau tidak ada sesuatu untuk dibagi. Dengan harapan seluruh Paber dapat menyongsong tahun 2011 ini dengan penuh optimis, Benny Rhamdani berbagi kiat dalam menguak Trend Bacaan Anak 2011. Sebagai tokoh perbukuan yang sudah malang melintang dalam dunia bacaan anak, prediksi ini tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi kiat-kiatnya dapat memicu inspirasi dan motivasi Paber semuanya.

1.       1. Kunjungilah Toko Buku

Rasanya aneh ya kalau ada penulis yang males jalan-jalan ke toko buku. Bukankah di tempat itu banyak hal yang bisa kita pelajari? Datangilah rak-rak buku best seller, dan lihatlah tema seperti apa sih yang menarik minat pembaca hingga buku-buku itu bisa laris? Bukan untuk diikuti begitu saja, tapi cobalah cari terobosan dan inovasi baru sehingga tema itu bisa lebih hebat dibanding yang sudah ada. Tentu tidak hanya rak best seller saja yang harus dikunjungi, tetapi juga rak buku lainnya. Kunjungi setiap rak buku yang ada, termasuk rak buku baru untuk melihat buku-buku apa sih yang fresh from the oven. Jangan sampai kita menulis tema yang ternyata sudah keduluan orang terbitnya. Kalaupun memang ingin menulis tema serupa, buatlah sesuatu yang lebih ‘nendang’ dan berbeda. Kalau tidak, kita sudah kalah start duluan.

2.      2.  Kunjungilah Website Penerbit atau website pendukung lainnya
.
Internet itu tidak hanya berisi facebook, twitter, atau Yahoo Messenger saja. Cobalah maksimalkan akses yang kita miliki dengan banyak-banyak browsing ke website yang akan mendukung terhadap proses penulisan kita. Saat ini, hampir sebagian besar penerbit sudah memiliki website sendiri. Di sana kita bisa memperoleh banyak informasi mengenai buku-buku yang diterbitkan, penerimaan naskah, atau bahkan lomba-lomba penulisan. Dalam website-nya kita dapat melihat katalog buku terbitan mereka secara lengkap, bahkan untuk buku-buku yang terkadang tidak pernah kita lihat di toko buku.
Dari informasi-informasi ini, kita bisa melihat jenis tema seperti apa yang dibutuhkan oleh sebuah penerbit, buku-buku best seller mereka, buku yang akan diterbitkan, dan informasi berharga lainnya. Setiap penerbit punya segmentasi sendiri, karena itu penting bagi kita apabila tertarik untuk menerbitkan di penerbit tersebut.
Benny Rhamdani menyebutkan beberapa website yang menurutnya penting untuk rajin dikunjungi oleh penulis bacaan anak :

-          www.amazon.com – untuk mengetahui trend buku bacaan anak yang best seller di luar negeri. Amazon memang tidak hanya mengupas buku saja, karena itu arahkan pada bagian Children Books saat membuka website ini.
-          www.comingsoon.net – untuk mengetahui film apa saja yang akan muncul dalam waktu dekat. Trend film biasanya berdekatan dengan trend buku, sehingga tidak ada salahnya seorang penulis mengetahui film-film yang akan beredar dan menjadi hits. Genre film yang meledak luar biasa bukan tidak mungkin akan berpengaruh terhadap genre buku yang akan menjadi trend baru pula.
-          www.publishersweekly.com – informasi up-to-date tentang dunia publishing. Kalau penerbit rata-rata berlangganan majalah versi cetaknya, penulis bisa menikmati versi onlinenya. Gratis! J
-          www.disney.go.com – Tidak bisa dipungkiri kalau Disney sudah merebut hati jutaan anak di seluruh dunia. Kesuksesannya dalam menciptakan berbagai karakter tokoh bagi anak, patut ditiru.  Tidak hanya filmnya yang menuai sukses, cerita-ceritanya yang kemudian dibukukan pun tidak kalah larisnya. Menggunakan tokoh disney dalam cerita kita tentu tidak dibenarkan, karena adanya copyright. Tapi kita bisa melihat bagaimana Disney menciptakan sebuah karakter yang akhirnya begitu menempel kuat dalam hati anak-anak.
-          Dan website lainnya. Silakan googling sendiri. Hehehe

3.       3. Mempergunakan fasilitas yang ada untuk berkomunikasi dan berdiskusi

Jejaring sosial itu tidak selamanya mempunyai dampak buruk. Semua tergantung penggunanya, bukan? Perbanyaklah kontak dengan orang-orang di belakang sebuah penerbitan, editor misalnya. Awalilah dengan sebuah perkenalan yang sopan. Setelah ‘towal-towel’ secukupnya, ajaklah mereka berdiskusi mengenai tema-tema yang dibutuhkan oleh sebuah penerbit. Jangan sungkan untuk melemparkan ide atau tema-tema baru. Editor biasanya justru mencari ide-ide ‘aneh’ baru yang belum pernah ada sebelumnya. Bukan tidak mungkin akan menciptakan trend tersendiri nantinya.

Lalu tema-tema seperti apa sih yang diperkirakan menjadi best seller sepanjang 2011?

1.       1. Buku-buku yang karakternya diambil dari film, games, serial TV.
Karakter-karakter ini sudah mengakar kuat di hati anak-anak, sehingga dalam bentuk media apapun, karakter ini akan laris. Tidak heran kalau banyak penerbit membeli hak cipta dari karakter-karakter ini untuk dituangkan dalam bentuk buku.
Bagaimana dengan kita sebagai penulis? Tantangannya adalah menciptakan karakter baru yang tidak kalah dengan dengan tokoh-tokoh yang sudah ada. Sebuah tugas yang berat, tapi bukan pekerjaan mustahil. Bahkan bukan tidak mungkin kita mengunakan tokoh-tokoh lokal yang sudah public domain untuk kita tulis ulang dengan suasana baru. Kabayan dan Nyi Iteung misalnya. Tidak ada salahnya kita menyorot sisi-sisi yang belum pernah dibahas sebelumnya; Cerita tentang si Kabayan waktu kecil?  

2.       2. Buku-buku yang serialnya sudah berjalan lama dan mempunyai pasar tersendiri. Misalnya serial KKPK, serial Princess, dll.

3.       3. Buku-buku berbasis pengetahuan dan agama populer. Tema-tema ini adalah jenis buku yang timeless, sehingga akan terus diproduksi dengan bentuk dan kemasan yang berbeda. Yang perlu dilakukan oleh penulis adalah membuat sesuatu yang berbeda dari kemasan yang sudah ada sebelumnya.

4.      4.  Fiksi Fantasi adalah genre yang diperkirakan akan tetap bertahan di deretan buku-buku best seller.

Sesion pertama yang dijadwalkan berakhir pukul 11 ini ternyata mulur sampai pukul 12. Apalagi Paber mulai menyerbu Bhai Benny dengan berbagai pertanyaan dan unek-uneknya. Karena keterbatasan waktu, acara di stop pukul 12 untuk break shalat Dzuhur dan menyerbu makanan yang melimpah. Wuaaah ... serbuuuu.

1 komentar:

Ratih Soe said...

Huahhh... seruuu! To Erlina Ayu & Erna Fitrini: Maaf batal hadir. Ngemeng2 akhirnya di Salam yak?

 
TOP